Friday, December 1, 2017

Penyebab gagal nya menjadi servel pulsa


1. Salah memilih aplikasi server.
Sebelum terjun ke bisnis server pulsa, kenali dulu siapa partner pengembang aplikasi anda. Ini sangat crusial di kemudian hari. Cari penjual / developer aplikasi yang benar-benar sudah mapan dan bangkotan (berumur).
Mapan dalam arti bahwa pengembang memang ahli di bidang tersebut. Cari yang sudah berbadan hukum (PT) atau minimal CV. Dan sangat tidak di rekomendasikan menggandeng developer perorangan. Jika opsi terakhir yang diambil, sebenarnya server Anda dalam bahaya laten.
Saya punya pengalaman yang sangat buruk dengan pengembang perorangan. Memang dari segi harga lebih murah. Resources yang dibutuhkan minimal, aplikasi simple dan ringan (menurut yang jual). Tapi hasilnya ruar biasa kacau. Support yang senen-kemis (maksudnya kadang di respon kadang tidak). Jika ada masalah tidak bisa saat itu juga selesai.
Akibat dari kesalahan ini sangat melelahkan. Trx kacau, system morat-marit, komplain bejibun. Kerja tiap hari bukan mencari keuntungan, tapi menambal kekacauan yang sudah terjadi. Kosentrasi tidak lagi bagaimana supaya usaha maju, tapi bagaimana supaya hari ini tidak error. Dan nyatanya error terus berkali-kali. Hati-hati ya, saya lihat pengembang ini masih tetap menjual program dan aplikasinya di internet walaupun harganya sudah diturunkan.
Selama tiga bulan menggunakan aplikasi tersebut, kondisi pembukuan tambah amburadul. Di hitung-hitung bukan untung tapi malah buntung kuadrat. Bulan keempat akhirnya nyerah, nekat buang itu aplikasi dan mengembalikan ke pengembang tapi mereka tidak mau. Ya sudah jadi barang rongsokan saja server dan aplikasinya tersebut. Di jual pun harganya terjun bebas.
Cara yang paling aman adalah cari pengembang aplikasi dengan badan hukum perseroan (PT) dan umur perusahaan lebih dari 3 tahun. in syaa Allah server anda bisa berjalan lebih nyaman.
Cara yang paling aman adalah cari pengembang aplikasi dengan badan hukum perseroan (PT) dan umur perusahaan lebih dari 3 tahun. in syaa Allah server anda bisa berjalan lebih nyaman.
2. Tidak ada pemisahan keuangan
Hal ini kelihatannya sepele saja bagi para pemain serpul. Uang masuk dari agen-agen ya buat order deposit juga, sekaligus juga buat keperluan belanja keluarga. Tidak jelas mana modal yang harus diputar dan mana laba sesungguhnya.
Jika anda masih pakai cara ini, segera sudahi saja kalau tidak anda akan hancur dan menanggung beban kewajiban kepada agen-agen yang semakin besar. Pisahkan, pisahkan, pisahkan (sampai 3x nih hehehe berarti gawat ya...) pisahkan sekarang juga mana modal dan mana yang sudah jadi keuntungan.
Jangan sekali-kali menggunakan dana agen untuk keperluan di luar deposit meskipun itu untuk modal usaha lain. Hanya gunakan laba / untung yang sudah di verifikasi sebagai profit untuk keperluan rumah tangga. Kalau profit sedikit, sesuaikan saja kebutuhan keluarga dengan profit tersebut. Misal ada untung bersih 100rb, maka 100rb itulah yang hanya boleh anda pakai meskipun ada kebutuhan mendesak lainnya. Tahan dan jangan pakai dana deposit agen.
3. Tidak ada pembukuan yang jelas
Ini masih ada kaitannya dengan point no 2 diatas. Bagaimana mungkin kita bisa menganalisa apakah sebuah usaha mengalami untung atau rugi jika tidak ada data pembanding sebagai alat ukurnya.
Mulai sekarang, catat semua mutasi keluar masuk uang. Bukukan dengan detil pos-pos apa saja yang profit dan yang keluar. Usahakan agar laba bisa diketahui secara harian dengan benar dan valid.
4. Tidak mengetahui aplikasi dan system
Ini khususnya buat para pemain serpul yang memiliki karyawan. Sebagai seorang owner anda juga punya keharusan untuk setidaknya mengetahui software yang digunakan. Syukur-syukur lebih hebat dari karyawannya.
Untuk apa? Tujuannya adalah agar pada saat terjadi disaster atau kegagalan system anda sudah siap dengan keputusan cepat yang harus diambil. Jika salah ambil kesimpulan bisa berbahaya. Misal ada masalah krusial dianggapnya biasa saja karena kurang faham. Padahal jika anda tahu persis duduk persoalannya sangat mudah mengambil tindakan.
Tujuan yang lain adalah sebagai recovery operator. Ya, boleh jadi karyawan anda berhalangan masuk kantor. Mungkin ada yang menjawab, kan ada karyawan yang lain? Memang benar demikian. Tapi bagaimana jika ternyata kapasitas karyawan pengganti lumayan payah karena kurangnya pembagian tugas yang jelas dari anda?
Belum lagi misal, karyawan secara serempak tidak masuk kantor. Misal karyawan pertama sakit, yang kedua ada halangan lain. Atau misal terjadi penurunan omzet usaha sehingga anda harus melakukan perampingan pegawai. Tentu dalam kondisi seperti ini sangat riskan jika anda selaku owner buta sama sekali dengan system yang dipakai. Kan aneh bukan?
5. Gagal dalam mendelegasikan tugas
Banyak para owner tidak menguasai ilmu management SDM. Atau SDM dijalankan secara kekeluargaan tanpa SOP yang jelas. Ini jelas beresiko. Karena boleh jadi suatu saat karyawan yang anda percaya justru minta resign dari anda.
Lalu anda bagaimana? Anda juga tidak faham. Karyawan lain apalagi. Oleh karena itu sebaiknya dibuatkan job desk yang jelas apa dan bagaimana tanggung jawab masing-masing bagian. Sehingga jika terjadi kekosongan orang, bisa di isi dengan personil lain karena jobnya dan alur kerjanya sudah dibuat standart.
6. Salah dalam menentukan harga jual produk
Ini juga perlu diperhatikan. Anda harus membandingkan berapa harga jual produk di server anda dengan pasar secara umum. Jangan terjebak dengan slogan harga murah, karena boleh jadi ini akan jadi bumerang bagi anda.
Bagaimana anda akan membiayai usaha yang sedang berjalan jika laba yang diperoleh sangat sedikit. Ujung-ujungnya nanti akan memakan dana deposit agen. wah bahaya banget kalau begini.
Juga jangan memberikan harga jual yang terlalau mahal agar banyak untung. Jika tidak selektif anda bisa ditinggalkan oleh agen-agen anda. Ini juga tidak baik. Gunakan cara moderat jangan terlalu mahal tapi anda masih ada untung walau sedikit.
7. Kurang Adaptasi Dengan Regulasi Operator
Banyak pemilik server adalah para pemain secara online. Dengan demikian sebagaian besar dari pada agen / retailer berasal dari luar kota atau bahkan luar pulau.
Untuk kios pulsa sendiri pun porsinya demikian. Hampir 80% agen / retailer adalah berasal dari luar kota dan tersebar hampir di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
Sejak penerapan zona wilayah oleh beberapa operator besar atau sering dikenal dengan clusterisasi, maka sebaran agen yang demikian ternyata sangat tidak menguntungkan.
Mengapa demikian?
Sebelum jaman hard cluster di terapkan servpul bisa bebas menjual stok ke seluruh wilayah Indonesia. Walaupun pada saat itu ada pembatasan namun tidak seketat pada saat ini.
Nah, sejak regulasi cluster dari operator hingga tingkat kecamatan, hal ini tentunya sangat menyulitkan server pulsa. Stok di tempat server pulsa berdomisili tidak bisa lagi di jual ke agen di luar cluster / kecamatan.
Kondisi ini lambat laun menjadi bom waktu bagi server pulsa. Karena kesulitan stok produk sehingga transaksi sering pending dan terganggu. Hal ini pasti berdampak buruk bagi konsumen yang datang membeli pulsa ke agen.
Kelangkaan stok ini hampir setiap hari dirasakan oleh pemain serpul. Beberapa diantaranya mensyiasati dengan membeli stok nasional ke beberapa penyalur yang punya akses ke dealer. Namun itupun harus ditebus dengan harga yang cukup mahal.
Harga di tingkat server saja sudah mahal, apalagi bagi agen-agennya akan semakin kesulitan karena kalah bersaing dengan pemain lokal. Ini jadi semacam kanker yang kronis dan laten.
Agen-agen di luar cluster komplain dan minta balik deposit, imbasnya transaksi menurun drastis. Margin untung bagi server semakin tipis, di tambah dengan transaksi yang juga ikut susut menjadikan serpul goyah.

0 comments:

Post a Comment